GBI Duta Ilahi


14 July 2008

SEKOLAH INJIL LIBURAN

Category: YANG RINGAN-RINGAN – Pendeta – 14:37

SEKOLAH INJIL LIBURAN

Pada saat cuaca berkabut tebal, maka tidak seorang-pun dapat melihat gunung yang besar. Pada saat kabut hilang, semua orang dapat melihat gunung yang besar itu. Masa depan anak-anak kita seperti masih tertutup kabut tebal. Namun janji Tuhan yang besar ada di hadapan anak-anak kita itu.

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

(Amsal 23:18)

Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

(Amsal 19:20)

Terimakasih kepada guru-guru SEKOLAH MINGGU dan para donator yang telah mensupport acara Sekolah Injil Liburan. Saudara telah mengantar anak selangkah ke depan merengkuh masa depan yang gemilang dan mengantar anak-anak berjalan dengan Yesus Kristus juru selamat-nya.

Yang menarik dalam Ritreat ini adalah anak-anak tidak mau pulang ketika acara sudah selesai. Mereka ingin tinggal di gereja lebih lama. Kalau terjadi, dijamin berat tubuh saya akan turun puluhan kilogram, karena kurang tidur. Baru semalam saja, pastori sudah seperti Tempat Penitipan Anak, ramai atau lebih tepatnya GADUH! PUSSIIING! Yang menarik lagi dari SIL ini muncul pasangan-pasangan baru, yang masih polos seperti Elva dan Hendra, Puput dan Robert. Mudah-mudahan mereka mnjadi pasangan yang sakinah.

Terimakasih kepada Bp. Dicky, Ibu Marji, Ibu Martha, Ibu Tri, dan masih banyak yang lainnya yang tidak saya ketahui (TAPI TUHAN TAHU). Pengorbanan saudara sudah membawa banyak jiwa di dalam dekapan sang Juru Selamat yang mulia. Terimakasih juga kepada Ibu Ida, Ibu Wid Kustipar, dan ibu-ibu yang telah memasak selama acara. Demikian juga kepada Bp. Mulyani meski hanya seorang diri tetapi telah menyediakan kasur yang empuk bagi anak-anak tercinta. Tuhan Yesus kiranya dipermuliakan dalam pelayanan kita semua. AMIN

6 June 2008

Terus Berbenah

Category: YANG RINGAN-RINGAN – Pendeta – 12:38

Belanja Untuk Dekorasi

Gereja terus berbenah. Dalam kesibukan dan kelelahan setelah seharian bekerja, bendahara gereja kita beserta suami tercinta terus berjuang untuk kemajuan gereja kita. Cinta kepada Tuhan telah meminggirkan kepentingan dan kesenangan diri. Bp. Paijan dan Ibu Wid (Gambar sebelah) terlihat serius saat memilih kain yang cocok untuk gorden gereja. (”BU WID.., SERIUS AMAT? MILIH WARNA ATAU LIHAT HARGA? Hahaha…) Pak Paijan yang sesungguhnya tidak hobby belanja, setia menunggu istri tercinta demi gereja Tuhan yang sama-sama dicintainya.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal bersama ibu Pendeta, maka segera di bayar. Seperti apa gorden yang dipilih ibu Theresia dan Ibu Paijan, kita lihat dekorasi bulan depan (Juli 2008). PASTI OKE DONK, orang milihnya SERIUS BANGET….

Biarlah kerelaan Bp dan ibu Paijan mengispirasi jemaat yang lain. Kalau saudara mengasihi Tuhan saudara dan gereja saudara, realisasikan dalam tindakan yang nyata.

19 May 2008

jalan-jalan

Category: YANG RINGAN-RINGAN – admin – 22:01

Jalan-jalan ke Blitar

Blitar sudah akrab di telinga-ku, tapi aku belum mengenal sama sekali. Hari Senin, 19 Mei 2008 aku kedatangan tamu. Dan tamuku itu minta diantar jalan-jalan ke rumah bapak Proklamator Indonesia, Bung Karno. Jadilah kami meluncur ke sana. Luar biasa. Ketika aku masuk rumah tersebut, suasana sacral bercampur suasana mistis menghinggapiku.

Rumahnya memang sederhana, tetapi menyimpan sejuta cerita. Foto demi foto yang dipajang di dinding mulai aku perhatikan. Otakku mulai kembali memanggil berbagai memori tentang pahlawan besar tersebut yang pernah aku pelajari di sekolah. Dulu aku hanya mendengar cerita tentang dia. Sekarang aku merasa sangat dekat dengan beliau.

Aku membaca beberapa tulisan bapak bangsa kita itu. Sungguh…! Itu pasti keluar dari pikiran yang sangat jenius. Orang-orang sekarang baru ribut membicarakan tentang bagaimana seharusnya kehidupan berbangsa dan bernegara, tapi bung Karno sudah mengucapkannya puluhan tahun yang lalu. Saya biasanya mendengar nama-nama atau kisah-kisah kepahlawanan dalam sejarah, tidak tertarik. Tapi ketika membaca tulisan bung Karno yang di tempel di dinding, aku dapat merasakan gelora dan keberanian pahlawan-pahlawan kita.

Masih banyak pelajaran yang dapat saya petik melalui kunjungan yang sangat singkat (mislnya saat berada di kamar tidur-nya, garasi mobilnya, dll). Kalau ke Blitar dan sekitarnya, jangan lewatkan mengunjungi rumah kediaman Bung Karno.