Bagaimana Bisa Tulang Dinosaurus
Masih ada di Bumi?
Setelah mati biasanya tumbuhan dan hewan membusuk. Bakteri mengurai jaringan dan jaringanpun hancur.
Tetapi kadang-kadang sisa-sisa itu berada di tempat yang tepat dan di saat yang tepat pula, bagian-bagian yang keras (seperti tulang, cangkang, gigi) terawetkan. Saat menggali tanah, seorang paleontology gembira saat menemukan tulang dengan usia 3 juta tahun dan itu disebut fosil.
Fosil terjadi karena tumbuhan atau binatang yang mati itu terlindung dari angin dan hujan (terkubur dalam sedimen, yaitu pecahan batuan seperti kerikil atau pasir. Abu juga pelindung yang bagus). Tempat yang baik untuk menjadi fosil adalah di tempat yang aktif secara geologis seperti gunung berapi yang memuntahkan abu.
Oleh karena tanah terus bergerak sehingga mendorong sedimen yang ada di lereng gunung bergerak ke laut atau sungai. Kebanyakan fosil di temukan di bawah air atau di mana air pernah mengalir, dengan rapi terkubur oleh sedimen dan aman dari bakteri yang hidup di daratan.
Cara lain adalah dengan meresapnya mineral ke dalam pori-pori cangkang atau tulang dan menghambat pembusukan dan mengawetkannya dari pembusukan lebih lanjut. Bisa juga karena asam. Asam dapat melarutkan cangkang dan menyisakan bekas cetakan di batuan yang menekannya. Kadang-kadang Bumi menciptakan cangkang duplikat. Mineral mengisi cetakan yang terpahat di batu, membentuk tiruan aslinya.
Fosil memiliki berbagai macam ukuran dari yang raksasa seperti tulang paha Tyranosaurus Rex sampai bayi dinosaurus yang belum menetas. Umurnya bisa mencapai 135 sampai 150 juta tahun.
“Penemuan yang paling ajaib adalah kenyataan bahwa manusia yang membusuk hatinya di cintai dan diperbaharui serta oleh Allah serta dipersiapkan untuk keabadian”

Gempa di Bulan
Kalau bulan dapat mempengaruhi pasang surut air laut, maka bumi dan Matahari-pun dapat mempengaruhi Bulan. Karena Bulan tidak mempunyai laut, maka tidak ada peristiwa pasang surut. Tetapi efek gravitas Bumi dan Matahri menyebabkan Bulan meregang rata-rata 18 meter. Karena bulan terbuat dari batu-batu dan batu itu tidak elastic, maka jika Bulan kurang beruntung berada sejajar dengan Bumi dan Matahari, maka akan menyebabkan gempa bulan sampai bulan berubah bentuk samapai berbentuk elips.
#Orang-orang Kristen mula-mula dapat mengguncang dunia, karena Allah begitu dekat dengan mareka. Di mana mereka berada, di tempat itu terguncang hebat oleh kuasa Tuhan#
Bulan Lebih Berpengaruh dari pada Matahari
Pasang surut samudera adalah naik-turunnya perairan saat Bumi mengalami tarikan gravitasi ini. Setiap 13 jam, air laut mengalami pasang dan sebaliknya ketika air turun sampai titik terendah itu adalah surut. Jadi apabila kamu ke pantai dan sedang pasang, kamu melihat efek local dari benda-benda langit yang bersliweran di kegelapan ruang angkasa.
Matahari, bulan dan planet di tata surya kita menarik perairan dan daratan bumi. Tetapi hanya Matahari dan Bulan yang efeknya benar-benar terasa di bumi. Bulan walaupun jauh lebih kecil dari Matahari (1/81 massa Bumi) mengeluarkan tarikan yang terlihat SANGAT JELAS. Mengapa? Karena meskipun bulan sangat kecil di bandingkan Matahari atau bahkan Bumi, NAMUN karena posisinya SANGAT DEKAT, yaitu 386.000 km (tidak seperti Matahari, meskipun besar tapi jaraknya 150.000.000 km dari bumi) maka dampaknya terhadap samudra sangat terasa. Air pasang bisa naik sampai 12 meter di atas permukaan laut di beberapa tempat. Sementara itu, air yang mengalir menjauh dari daerah lain menyebabkan surut di tempat-tempat itu.
#Walaupun anda bukan orang yang kuat (ekonomi, pendidikan, bakat, dll) kalau kamu berada dekat dengan orang yang belum percaya, kamu akan dapat mempengaruhi orang tersebut.#

Bagaimana Caranya Mengukur Keliling Bumi?
Erastosthenes lebih dari 2000 tahun yang lalu menghitung ukuran bumi tanpa meninggalkan lantai perpustakaan tempatnya bekerja. Erastosthenes adalah cendikiawan Yunani yang hidup tahun 276 – 196 SM. Ia menghitung bayangan yang ditimbulkan oleh obelisk (tiang-tiang batu) di luar museum. Karena ia tahu tinggi obelisk itu, maka ia dapat mengukur tinggi obelisk ke ujung bayangan, membuat segi tiga yang dapat dihitung.
Setelah menggambar segi tiga itu, filsuf itu memakai rumus geometri sederhana untuk menemukan bahwa puncak obelisk itu memiliki kemiringan dari Matahari sedikit di atas 7º . Karena tidak ada bayangan pada tengah hari di Syene di hari pertama musim panas, sudut di syene pastilah 0º atau tidak ada sudut sama sekali. Syene ke Alexandria berjarak 7º. Semua lingkaran memiliki sudut 360º dan keliling bumi bukan memiliki perkecualian. Pada hal jarak Syene ke Alexandria adalah 800 km. 360 : 7 = 50 Kemudian 50 x 800 = 40.000 km.
Menurut penyelidikan para astronom modern keliling bumi tepatnya 40.061 km. Meleset sedikit. LUAR BIASA BUKAN?
#Untuk melakukan hal-hal besar TIDAK HARUS memiliki tekhnologi yang hebat. Dengan kecerdasan orang dapat melakukan-nya.#
