GBI Duta Ilahi


2 August 2008

Ibadah Yang Sempurna

Category: KHOTBAH MINGGU – agusjokos – 09:34

Ibadah Orang Kristen

Minggu, 3 Agustus 2008

Biasanya kalau mendengar kata “ibadah”, orang akan berpikir kebaktian minggu/hari tertentu yang di adakan di dalam gedung gereja. Tidak heran, di luar gedung gereja mereka hidup dengan “ugal-ugalan”. Ketika berada di luar gedung gereja, sudah tidak ada sangkut pautnya dengan Tuhan. Mau memaki, mencuri, berbohong, atau berbuat apa saja sudah tidak berelasi dengan kehadiran Tuhan.

Pada hal sesungguhnya, tempat ibadah orang Kristen TIDAK HANYA di gedung gereja. Di mana selain gereja, orang Kristen beribadah? Di dunia ini! Dunia adalah tempat ibadah kita. Hadirat Allah yang mulia tidak hanya ada saat kita menyembah DIA. Jangan lupa, bahwa ROH KUDUS yang adalah Roh Allah sendiri selalu bersama kita. Dapatkah 1 detik saja kita menyembunyikan diri dari DIA yang menyertai kita? Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?” (Mazmur 139:7) Kita berhadapan dengan Tuhan baik ketika berada di tempat kerja, di dalam kendaraan, di rumah atau di mana saja. Saudara tidak bisa berada di tempat di mana Tuhan tidak ada di tempat tersebut. Orang dunia berkata bahwa dunia ini adalah panggung sandiwara. Orang bisa bersembunyi di balik topeng-topeng, peran-peran atau penampilan-penampilan. Tapi di hadapan Tuhan, dunia adalah tempat DIA melihat kehidupan seorang Kristen yang sesungguhnya. Kalaupun ada panggung sandiwara, itu justru di dalam gereja atau tempat-tempat peribadatan. Sudah biasa orang kelihatan baik saat berada di gereja. Tapi keadaan orang sesungguhnya justru ketika berada di luar gereja. Berada di dunia.

Ibadah orang Kristen tidak hanya 1 atau 2 jam saja pada hari minggu atau pertengahan minggu. Waktu ibadah orang Kristen adalah 24 jam dalam sehari. Dari dalam kamar tidur sampai kembali berada di atas tempat tidur. Kalau ada seorang telp kepada saudara dan bertanya apa yang sedang saudara lakukan saat ini, apa jawaban saudara? Mungkin ada yang menjawab: “Saya sedang mendengarkan kotbah!” Mungkin yang lain berkata: “Saya sedang berada di gereja” Dan yang lain berkata: “Saya sedang beribadah kepada Tuhan” Orang ketigalah yang jawabannya paling benar. Ia memahami makna dari hidupnya. Ia memahami apa artinya beribadah. Di gereja bisa jadi seseorang menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan. Tetapi di luar gereja orang tersebut mempermalukan nama Tuhan. Ibadahnya hari minggu adalah kemunafikan.

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

(Yakobus 1:27)

Kalau begitu apa gunanya beribadah pada hari minggu? Ibadah hari minggu adalah ibadah bersama dengan keluarga rohani kita untuk memperingati kebangkitan Kristus. Ibadah hari minggu menjadi inspirasi dan pendorong untuk ibadah kita dalam minggu itu. Marilah kita beribadah, diawali pada hari minggu dan dilanjutkan dalam seluruh hari dalam 1 minggu. Tuhan Yesus memberkati ibadah saudara. AMIN

14 July 2008

Bersandar Pada Tuhan

Category: KHOTBAH MINGGU – Pendeta – 14:08

Ketika Semua Berubah

Pdt. Tri Hadianto

Saya sering tertawa geli melihat TOM & JERRY berkejar-kejaran. Tapi saya tersenyum kecut melihat harga-harga yang berkejar-kejaran. Dimulai dari pomp bensin hingga ke toko-toko ritel maupun pasar-pasar tradisional. BBM yang katanya “Banyak Berkat Menanti” juga berarti “Banyak Beban Menanti”. Di tambah lagi, listrik yang sering padam sehingga sering ada acara penyalaan lilin, meskipun tidak natal-an.

Perubahan memang tidak dapat dihindarkan. Tetapi perubahan selalu melelahkan (karena harus beradaptasi dengan suasana baru), juga mendebarkan (karena tidak tahu seperti apa suasana ke depan). Tidak dipungkiri, ada perubahan-perubahan yang menimbulkan rasa senang dan heran, Misalnya saja, anak sekolah yang nilai ulangan harian sering melata (saking rendahnya), tiba-tiba mendapat nilai tertinggi sekabupaten (entah karena mendapat wangsit, atau SMS atau karena bakat jadi peramal sehingga pilihan jawabannya tepat).

Satu hal yang pasti bahwa tidak ada kepastian di muka bumi ini. Apa pesan firman Tuhan dalam suasana yang demikian?

Tuhan Tidak Berubah (Maleakhi 3:6)

Ayat-ayat ini biasanya dipakai pengkotbah untuk menjelaskan perpuluhan. Dalam nats ini, Israel ditegur Tuhan karena menipu (dalam persembahan dan perpuluhan). Ada pertanyaan: “Berapa tengahnya 3? Orang yang tidak jujur menjawab 2 (karena angka 2 ada di tengah urutan 1, 2, 3). Matematikanya koruptor atau penipu. Mestinya tengahnya adalah 1,5 BUKAN 2. Israel dihubungkan dengan Yakub bapak orang Israel yang namanya berarti “Penipu”. Berkali-kali Israel menipu Tuhan. Satu kali berjanji bertobat dan akan setia, tetapi berulang-ulang, mereka melanggar janji kepada Tuhan tersebut. Sikap mereka selalu berubah-ubah. NAMUN dalam ayat ini TUHAN MENYATAKAN BAHWA DIRI-NYA TIDAK PERNAH BERUBAH. Kesetiaan Tuhan tidak pernah berubah meskipun kesetiaan Israel berubah. Ini adalah janji yang luar biasa mengagumkan.

Ayat ini menunjukkan betapa baiknya Tuhan kita dan menunjukkan betapa konyolnya diri kita (yang selalu berubah setia). Tuhan sudah memutuskan untuk tinggal dalam keabadian bersama kita (meskipun kita sering tidak setia dalam banyak hal). Tuhan tidak mau memutuskan hubungan-NYA dengan kita, kecuali kita sendiri yang memutuskan hubungan dengan-NYA.

Kalau dalam hal keabadian saja IA setia, apalagi untuk kehidupan kita di dunia yang hanya 70 atau 80 tahun. Pasti IA akan memelihara dan mempedulikan kita.

Bersandarlah Pada Tuhan Yang Tidak Pernah BErubah (2 Taw 14:11)

Ketika Asa menghadapi masalah yang sangat besar yaitu tentara Etiopia yang berjumlah 1 juta ditambah 300 kereta perang (semacam Panzer untuk saat ini), ia mengambil sikap yang tepat. Bersandar bukan pada senjata atau tentara tetapi kepada Tuhan. Di atas kertas ia mestinya kalah. Tetapi di tangan Sang Pencipta, tidak ada yang tidak mungkin.

Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia khususnya Jawa, pernah bersandar kepada kehebatan raja-rajanya (sakti mandra guna). Tetapi setelah Pangeran Diponegoro dikalahkan oleh Belanda (tahun 1830), maka peran raja-raja serta para bangsawan mulai tersingkir. Muncul tokoh-tokoh dari rakyat jelata seperti Bung Karno dan Bung Hatta. Di bawah kepemimpinan orang-orang ini, Negara kita justru memperoleh kemerdekaan. Pelajaran yang dapat kita petik adalah ADA SAATNYA…, APA YANG KITA ANDALKAN (yang bukan Tuhan) TERNYATA TIDAK DAPAT DIJADIKAN SANDARAN.

Teresa dari Avila (1577) mengungkapkan kebenaran itu dalam tulisan INTERIOR CASTLE (Benteng Batin). Jalan menuju benteng itu adalah DOA. Orang yang berdoa adalah orang yang bersandar kepada Tuhan.

1 July 2008

Penginjilan

Category: KHOTBAH MINGGU – Pendeta – 09:28

Kabar Yang Menentukan

Pdt. Tri Hadianto

Menurut saudara iblis itu berwajah mengerikan (bertaring, ada tanduknya, ada ekor, berwarna hitam) atau berwajah cantik/ganteng? Ya, sesungguhnya iblis itu berwajah ganteng/cantik, seganteng atau secantik wajah saudara. Menurut Charley Peguy kita bisa menjadi sama jahatnya dengan iblis. Bagaimana bisa? Ketika kita tidak memberitahukan kebenaran yang kita ketahui. Ia yang tidak meneriakkan kebenaran, menjadikan dirinya kaki-tangan pendusta dan penipu” Kita bisa dianggap jahat kalau kita mengetahui kebenaran tentang keselamatan HANYA di dalam Yesus Kristus, namun kita tidak memberitahu teman-teman yang berada dekat dengan diri kita. Kita tahu bahwa diluar Kristus, orang harus menanggung hukumannya sendiri di neraka, tapi kita tidak memberitahu mereka.

Mahatma Gandhi pernah berkata: “Aku telah melihat kekristenan, namun kekristenan itu tidak berfungsi.” Kekristenan itu sangat indah. Orang-orang kristen seharusnya menjadi terang di dunia ini. Sayang lampu yang sangat indah itu tidak menyala. Sia-sia! Kita bisa dan biasa berbicara tentang berbagai hal di dunia ini, tetapi saat mau berbicara tentang Yesus, mulut kita seperti diplester. Mengapa? Takut?

Bersaksi berarti mengakui Yesus di hadapan orang lain (baca Matius 10:32).

“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Tuhan Yesus menghendaki para pengikutnya untuk terbuka tentang imannya, tentang hubungannya dengan diri-NYA. Upacara baptisan yang menyertai iman seseorang, sesungguhnya adalah kesaksian kepada publik bahwa orang tersebut percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya.

Anak saya ke 2, terlahir dengan kulit yang lumayan hitam (seperti bapaknya), sampai-sampai jemaat memberi nama China KIM LIONG SONG (naga emas gosong). Mudah-mudahan akan seperti OBAMA (kandidat Presiden Amerika Serikat). Meskipun hitam, tapi saya pamerkan ke mana-mana. Pertanyaannya: Apakah Yesus itu kurang membanggakan bagi kita sehingga kita tidak mau menceritakan-nya kepada orang lain?

Penginjilan akan menentukan nasib seseorang dalam keabadian. Setelah mendengar Injil, orang bisa berada di sorga selamanya (kalau percaya) atau di neraka selamanya (kalau menolak).

“Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

(Roma 10:13-15)

Kucing sesungguhnya termasuk kelas binatang buas atau pemakan daging. Tetapi sekarang kita melihat kucing bisa makan nasi, tempe atau makanan dari singkong. Makanya kucing sekarang tidak pandai lagi menangkap tikus seperti digambarkan oleh film TOM & JERRY. Sesungguhnya orang Kristen dipilih menjadi alat Tuhan untuk menjadi saksi tentang kasih Allah yang hebat itu. Gereja mula-mula sampai dengan pendahulu-pendahulu kita gigih berjuang untuk merebut jiwa-jiwa dari neraka. Tetapi sekarang seperti kucing ompong. Karena itu usaha-usaha penginjilan digantikan dengan acara-acara KKR dengan mengundang artis-artis, supaya orang-orang kristen dari berbagai gereja datang. Dengan harapan setelah acara itu selesai ada beberapa orang yang tinggal dan pindah ke gereja tersebut. Sekarang gereja bukan menjadi penginjil tetapi pencuri. Tragis!

Mari kita kembali menjadi orang kristen yang sejati. Kembali menjadi gereja yang memiliki visi injili. Dunia membutuhkan orang kristen atau gereja seperti ini. AMIN

19 June 2008

Pergi, Beritakanlah!

Category: KHOTBAH MINGGU – Pendeta – 12:27

Pergi, Beritakanlah!

Pdt. Tri Hadianto

Ada pepatah mengatakan: “Kita tidak akan dapat membuat telur ceplok tanpa memecahkan kulitnya terlebih dahulu.” Satu keinginan tidak mungkin tercapai jika tidak berbuat. Kita rindu ada jiwa-jiwa yang diselamatkan. Tetapi kita tidak mau bersaksi dan hanya menyanyi saja (menyanyikan lagu-lagu tentang jiwa-jiwa yang terhilang).

Kuasa-kuasa kegelapan bekerja ekstra keras, siang-malam, dari minggu sampai minggu. Di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Bahkan ia rela masuk ke ruang kebaktian dan mengikuti kebaktian untuk meninabobokkan jemaat yang dengar firman Tuhan.

Sementara orang-orang kristen hanya menunggu di gereja dan berharap orang-orang terhilang akan datang ke gereja. Kita rindu dunia pergi ke gereja, pada hal sesungguhnya gereja yang harus pergi kepada dunia terlebih dahulu (Matius 28:18-20)

Sedih memang ketika melihat gereja menggantikan usaha-usaha pengabaran Injil dengan acara-acara KKR yang ujung-ujungnya hanya untuk merebut anggoata gereja lainnya. “Beri rumput segar dan makanan yang menggiurkan” maka domba-domba tetangganya akan masuk dengan sendirinya. Sering-sering mendatangkan artis atau goup band rohani terkenal maka anggota gereja lainnya akan berpindah ke gereja yang menyenangkan hatinya. Terjadilah gereja A bertumbuh pesat. Gereja B juga bertumbuh pesat. Pada hal sesungguhnya, jemaat A juga beribadah di gereja B.

Kalau saya melihat orang menipuorang lain itu biasa, tapi yang aneh gereja suka menipu dirinya sendiri. Angka pertumbuhan di gereja-gereja luar biasa. Tapi sesungguhnya menurut catatan resmi…, TIDAK ADA PENINGKATAN yang berarti jumlah orang kristen di Indonesia. Malas PI tapi pengin dapat banyak jiwa. Menyedihkan!

Kita tidak bicara kepada Tuhan tentang orang berdosa, tapi kita juga berbiacara kepada orang berdosa tentang Tuhan kita. Kita berdoa supaya Tuhan menambahkan jiwa tapi kita juga berusaha dengan Sebaik-baiknya.

Category: KHOTBAH MINGGU – Pendeta – 12:18

Penginjilan Membebaskan Kita

Pdt. Tri Hadianto

Yustinus Martir pada tahun 165 di tangkap, di siksa dan akhirnya dipenggal kepalanya. Sebelum mati syahid, ia pernah menulis: “Anda dapat membunuh kami, tapi sesungguhnya TIDAK DAPAT MENCELAKAKAN kami.” Kalau ayam di penggal kepalanya, kemudian masuk ke dalam panci dan di rebus. Tapi kalau orang percaya dipenggal kepalanya, kemudian ia masuk sorga. Itulah sebabnya di katakan oleh Yustinus bahwa penderitaan apapun tidak akan pernah mencelakakan orang kristen.

Sesungguhnya, justru orang kristen yang dapat mencelakakan orang yang belum percaya. Bagaimana caranya? Dengan tidak memberitakan Injil kepada mereka. Dengan menutup rapat mulut kita dan tidak mempercakapkan tentang pengorbanan Kristus untuk menggantikan dosa manusia.

Yehezkiel 8:18-19 memberitahu kita: Orang berdosa PASTI dihukum. Tetapi jika kita tidak memperingatkan orang berdosa itu, PASTI orang itu akan dihukum. NAMUN…, ALLAH AKAN MENUNTUT PERTANGUNGJAWABAN ATAS NYAWANYA kepada kita. Kita tahu bahwa TANPA KRISTUS orang pasti akan masuk neraka yang mengerikan (selama-lamanya). Tapi jika kita tidak memperingatkan mereka atau memberitahu mereka, maka nyawanya akan dituntut Tuhan kepada kita.

Menurut Alkitab (Yakobus 4:17), DOSA tidak hanya berarti MELAKUKAN SSESUATU, tetapi juga TIDAK MELAKUKAN SESUATU. Ketika kita tidak mengabarkan Injil sama jahatnya dengan kita menghajar atau mencelakakan seseorang. Penginjilan membebaskan kita dari tuntutan pertanggung jawaban atas teman-teman kita atau kerabat kita yang masuk neraka.

Saya sedih ketika melihat orang-orang Kristen begitu mengasihi anak-anaknya, sampai-sampai kasihan membangunkan anaknya untuk ikut sekolah minggu di gereja. Begitu mengasihi anaknya sampai membiarkan anaknya asyik nonton TV dan berangkat ke gereja sendiri (tidak mau mengecewakan anaknya). Saat anak tidak lulus ujian, ditangisi. Tetapi ketika anak tidak masuk sorga malah biasa-biasa saja. Sedih saat anak tidak dapat menjadi orang kaya/pejabat/orang terkenal, tapi tidak sedih saat anak-anaknya TIDAK MENJADI ANAK TUHAN. Tragis!

4 June 2008

Pentingnya Penginjilan

Category: KHOTBAH MINGGU – Pendeta – 11:37

Pentingnya Penginjilan

Kotbah Minggu, 1 Juni 2008

(more…)

25 May 2008

Pentingnya Bergereja.

Category: KHOTBAH MINGGU – admin – 15:11

Pentingnya Bergereja

Ada orang yang tidak mau menetap di sebuah gereja dengan alasan belum menemukan gereja yang ia merasa “sreg”. Ada saja kekurangannya atau kelemahannya. Akhirnya memutuskan untuk menjadi anggota GKK (Gereja Keliling Kota). Tiap minggu pindah gereja. Ia lupa bahwa tidak ada gereja yang sempurna di dunia ini. Mengapa? Karena tidak ada orang Kristen yang sempurna. Sejak jaman rasul-rasul, gereja mengalami berbagai persoalan. Entah itu persoalan adanya kelompok-kelompok, rasialis, karunia-karunia Roh, ajaran sesat, dll.

Harus disadari bahwa ketika seseorang bertobat, ada yang bisa berubah 180 derajat, tapi ada yang tidak bisa spontan (ada yang “radikal-revolusioner” tetapi ada yang “gradual-evolusioner”). Gereja terdiri dari banyak orang dan bermacam jenis pertobatan. Mereka menuju kepada kesempurnaan tapi saat ini belum sempurna. Adanya kelemahan gereja-gereja bukan berarti kita tidak perlu bergereja. Ketika kita memutuskan menikah dengan seorang wanita atau seorang pria, kita siap menerima segala kelebihannya dan kekurangannya. Demikian juga dengan bergereja, kita siap menerima kelebihannya dan kekurangannya.

Meskipun gereja diguncang oleh berbagai persoalan, namun batu penjuru itu tidak pernah terguncang. Apapun kondisi sebuah gereja, kita harus sadar bahwa gereja itu adalah milik Yesus Kristus. Karena itu fokuskan hati saudara kepada Yesus yang adalah pemilik gereja saudara (bukan kepada pendeta, pemimpin gereja atau orang-orangnya).

Mengapa kita harus bergereja?

I Gereja adalah tubuh-Nya

Bicara tentang gereja berarti bicara tentang Kristus sendiri (1 Korintus 12:27). Kristus sekarang ada di sorga. Namun demikian, IA tetap hadir di dunia dan melakukan pelayanan-Nya melalui gereja-Nya. Gereja adalah tubuh-Nya. Gereja adalah eksistensi Kristus di bumi ini. Yesus tetap mengajar, memberi makan, menegur orang, memberitakan Injil saat ini melalui gereja-Nya. Tubuh kristus berarti fisik Yesus yang ada di dunia ini.

Dengan bergereja, kita menjadi bagian penting dari diri Kristus. Saat kita menjadi anggota gereja, maka kita menjadi anggota tubuh Yesus. Kita terhubung dengan Kristus. Kita menempel pada Kristus.

Kekaisaran Romawi pernah begitu memusuhi gereja, Menyalibkan orang-orang Kristen. Membakar mereka. Memberikan kepada singa untuk menjadi santapan hidup-hidup. Namun gereja bertahan terus. Justru kekaisaran Romawi yang runtuh.

II Kita akan memperoleh perlindungan dan dukungan

Berdasarkan Matius 16:18, kita tahu bahwa kekuasaan maut/neraka tidak akan dapat merebut orang percaya yang adalah anggota tubuh Kristus. Ketika kita mengikuti perjamuan Tuhan, kita makin dikuatkan. Dikobarkan kasih kita kepada Sang Juru selamat. Kita mendengar pernyataan Tuhan, bahwa DIA mengasihi kita. Di luar gereja, tidak ada Perjamuan Tuhan.

Gereja juga sering digambarkan sebagai perahu (gambaran pada masa Nuh). Dinding-dinding perahu keliahatannya sebagai pembatas. Tetapi pembatas itu pula yang melindungi kita dari bencana yang akan mengancam. Pembatas itu yang melindungi kita dari kesombongan, kesesatan, dll. Mungkin gereja mengeluarkan larangan-larangan atau aturan-aturan. Tapi aturan dibuat bukan untuk membebani saudara tetapi untuk melindungi saudara.

Ilustrsi: peraturan tentang pengendara roda dua harus memakai helm. Bukan untuk membebani kita, tapi untuk melindungi kita. Dst-nya.

Kesimpulan:

Meskipun gereja terlihat tidak sempurna, tetapi Allah menghendaki setiap orang Kristen bergabung di sebuah gereja. Gereja menghubungkan diri kita langsung kepada Kristus. Kalau saudara sudah ada di GBI DUTA ILAHI, itu sudah menjadi kehendak-Nya dan rencana-Nya. Lakukan tugas dan tanggungjawab saudara dengan memandang kepada Yesus, Sang pemilik gereja. AMIN